Pergeseran Makna Ritual  Rabu Abeh di Aceh: Ditinjau dari Konstruksi Sosial Peter L Berger

Authors

  • Wika Fitriana Purwaningtyas Universitas Wira Buana Indonesia, Lampung, Indonesia Author
  • Baehaki Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.61136/1mqdwz76

Keywords:

Social Construction, Meaning Shift, Ritual, Tolak Bala

Abstract

Rabu Abeh is an Acehnese cultural tradition that has historically undergone continuous transformation, beginning with ancestral beliefs, later intersecting with Islamic teachings, and eventually encountering modern societal influences. This study examines the Rabu Abeh ritual as practiced by communities in Aceh Province, where it functions as a tolak bala ritual intended to protect society from misfortune and disaster. The ritual is performed annually according to the Islamic calendar, specifically on the last Wednesday of the month of Safar. Its traditional forms include the offering of symbolic offerings and the recitation of verses from the Holy Qur’an; however, in recent developments, the ritual has gradually shifted into a social and recreational occasion shared with family members. This study employs a qualitative research method with library research as its primary data source and is framed within a sociological approach using Peter L. Berger’s theory of the social construction of reality. The findings reveal the stages of the ritual process and its relationship to social construction. Referring to Berger’s perspective, society is a human product, and humans are, in turn, products of society. This reciprocal relationship operates through three dialectical processes within social construction: externalization, objectivation, and internalization.

References

Abdullah, A. F. (2018). Ritual Agama Islam di Indonesia dalam Bingkai Budaya. In Prosiding Seminar Nasional Islam Moderat (Vol. 1, pp. 1-11).

Adiwijaya, S. S. (2024). Buku Ajar Pengantar Sosiologi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Apriliana, I. &. (2025). Konstruksi Sosial Perilaku Indisipliner Peserta Didik dalam Fleksibilitas Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 4(2), 13-24.

Arianti, L. S. (2025). Peran Agama Dalam Pembentukan Identitas Budaya Masyarakat Lokal: Kajian Literatur Sistematis. KHAZANAH: Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial dan Kebudayaan, 1(1), 41-50.

Arifin, M. &. (2016). Islam dan akulturasi budaya lokal di aceh (studi terhadap ritual rah ulei di kuburan dalam masyarakat pidie aceh). Jurnal Ilmiah Islam Futura, 15(2), 251-284.

Dharma, F. A. (2018). Konstruksi realitas sosial: Pemikiran Peter L. Berger tentang kenyataan sosial. . Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 1-9.

Fitriani, N. R. (2020). Hidup Hanya Sekali, Hiduplah yang Berarti Sebuah Studi Kualitatif Pengalaman Tobat pada Mantan Preman Relawan Lembaga Sosial. Jurnal Empati, 7(2), 672-681.

Hadi, A. (2010). Aceh: sejarah, budaya, dan tradisi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hamali, S. (2012). Dampak konversi agama terhadap sikap dan tingkah laku keagamaan individu. . Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 7(2), 21-40.

Hariwiyanti, N. &. (2022). Analisis Proses Eksternalisasi, Objektivasi, Internalisasi Dan Makna Simbolik Upacara Adat Karo Suku Tengger. Etnoreflika: Jurnal Sosial Dan Budaya, 11(2), 181-192.

Hasibuan, A. S. (2022). Sekelumit Keberagaman Lhokseumawe dan Aceh Utara. Pelataran Sastra Kaliwungu.

Hutapea, E. (2017). Identifikasi diri melalui simbol-simbol komunikasi (studi interaksionisme simbolik komunitas pemakai narkoba di DKI Jakarta). Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 2(01), 1-14.

Iskandar, A. (2019). Menyemai Bencana: Ikhtiar Menolak Bala’Dalam Teks Al Quran. CV Jejak (Jejak Publisher).

Japarudin, J. (2021). slam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tabut. Penerbit Samudra Biru (Anggota IKAPI).

Kafid, N. (2023). Moderasi beragama reproduksi kultur keberagamaan moderat di kalangan generasi muda Muslim. Elex Media Komputindo.

Membara, T. &. (2024). Makna simbolik tradisi rebo kasan di desa air nyatoh kecamatan simpang teritip kabupaten Bangka Barat. Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, 10(1), 21-41.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

NurJanah, I. (2018). Persepsi Masyarakat Terhadap Pantangan Di Danau Laut Tawar (Studi Kasus di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah) . (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).

Nurrisa, F. &. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. urnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN: 3026-6629, 2(3), 793-800.

Qodir, Z. (2018). Sosiologi Agama. Yogyakarta.: Pustaka Pelajar.

Rajab, K. (2024). Psikologi ibadah: memakmurkan kerajaan ilahi di hati manusia. Amzah.

Rosana, E. (2017). Dinamisasi kebudayaan dalam realitas sosial. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 12(1), 16-30.

Salehudin, A. (2017). Komunitas Masjid Menjinakkan Globalisasi. Jakarta: Spasi Books.

Sari, R. Y. (2025). Pemahaman dan Pelaksanaan Tradisi Tolak Bala pada Masyarakat Suku Jawa. Formatif: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 1(02), 1-10.

Suwartono. (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Ulum, M. S. (2020). Kesenian Tradisional di Era Komodifikasi Budaya: Pergeseran Makna Magis-Religius dalam Kesenian Jaranan. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 29(2), 87-102.

Widiyono, A. (2023). Konstruksi dan Persepsi Batik Peter L. Berger: Monograf. Unisnu Press.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Purwaningtyas, W. F. ., & Baehaki. (2026). Pergeseran Makna Ritual  Rabu Abeh di Aceh: Ditinjau dari Konstruksi Sosial Peter L Berger. Wahana Islamika Jurnal Studi Keislaman, 12(1), 51-62. https://doi.org/10.61136/1mqdwz76