MASA DEPAN TOLERANSI: “A Common Word” di Kalangan Pelajar Sekolah Menengah di Kota Pekalongan

Authors

  • Afith Akhwanudin Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.61136/gyk3mj63

Keywords:

Religious moderation, Religious tolerance, a common word

Abstract

The tolerant character of future generations is important in an increasingly heterogeneous society. They must have a vision that is able to work together beyond ethnic and religious differences. This research discusses the understanding and commitment of senior high school students in the city of Pekalongan regarding the universal human values taught in each religion which are the basis for tolerance between humans as creatures. This research tried to find senior high school students’ understanding of the values of "A Common Word" (kalimatussawa) which includes love of God and love of neighbours so the implementation of those understandings with a tolerant attitude and the desire to advance the nation together with believers of other religions. This research also tried to discover how the social structure of the high school community was built through externalization, objectification and internalization. The data was obtained through questionnaires to high school students at MAN Insan Cendekia Pekalongan and SMA N 4 Pekalongan as the main data which was then analysed through data reduction, data presentation and conclusion.  The research concluded that high school students in the city of Pekalongan have a very good understanding of “a common word” so implement the values in their daily lives with a strong commitment to advancing the country together with others by prioritizing social welfare. The social structure of senior high school students is greatly influenced by schools from the stages of externalization, objectification to internalization, where schools deliberately create external realities to get the feel of student identities that are humanist, tolerant, progressive. 

References

Abdullah, Masykuri. (2001). Pluralisme Agama dan Kerukunan dalam Keragaman. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Ali, H. M. Daud. dkk. (1989). Islam Untuk Disiplin Ilmu Hukum Sosial dan Politik. Jakarta: Bulan Bintang.

Al-Munawar, Said Agil Husin. (2005). Fikih Hubungan Antara Agama. Jakarta: PT Ciputat Press.

Al-Qadri, Al-Hamid Jakfar. (2012). Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat; Telaah atas Pemikiran Al-Habib Umar bin Hafizh dalam Membina Ukhuwah dan Membangun Dialog. Jakarta: Mizan Pustaka

Azwar, S., (1998). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Berger, Peter L. and Thomas Luckman. (1991). Tafsir Sosial Atas Kenyataan: Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan. Jakarta: LP3ES

Blikie, Norman. (2000). Designing Social Research. Polity Press in Association with Blackwell Publisher Ltd

Bungin, Burhan. (2007). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.

__________, (2008). Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa, Iklan Televisi, dan Keputusan Konsumen Serta Kritik Terhadap Peter L. Berger Dan Thomas Luckmann. Jakarta: Prenada Media Grup

Casram. (2016). Membangun Sikap Toleransi Beragama dalam Masyarakat Plural. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 1 (2), 187-198.

Coffin, William Sloane. (1999). The Heart is a Little to the Left: Essays on Public Morality. New Hampshire: Dartmouth

Dhakiri, M. Hanif. (2010). 41 Warisan Kebesaran Gus Dur. Yogyakarta: PT. LkiS Printing Cemerlang.

El-Ansary, Walled dan David K. Linnan (ed). (2010). Muslim and Christian Understanding, Theory and Application of “A Common Word”. New York: Palgrave Macmillan

Fatihah, Siti Rohamtul. (2019). Konstruksi Sosial Keislaman Pada Jamaah Majelis Taklim Mafia Sholawat di Semarang, Tesis. Tidak Diterbitkan. Semarang: Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Furchan, Arief. (2004). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hasyim, Umar. (1979). Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam Sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

Iskandar. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), Jakarta: Gaung Persada Press

Madjid, Nurcholish. (1992). Islam Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Paramadina

Maliki, Zaenudin. (2010). Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Mukromin, Ngutsman. (2010). “Pancasila dalam Relasi Antara Agama dan Negara”, dalam Hastangka dan Ahmad Sidqi (ed), Meneropong Realitas Pancasila Masa Kini. Yogyakarta; PSP Press

Naim, Ngainun. (2016). Abdurrahman Wahid: Universalisme Islam dan Toleransi. Jurnal Kalam, 10 (2), 423 – 444. No. 2. Tulungagung: IAIN Tulungagung.

Nasr, Seyyed Hossein. (2002). The Heart of Islam; Enduring Values for Humanity. San Fransisco: HarperSanFransisco

__________, (2010). “A Common Word” Initiative: Theoria and Praxis, dalam Walled El-Ansary dan David K. Linnan (ed), 2010, Muslim and Christian Understanding, Theory and Application of “A Common Word”, New York: Palgrave Macmillan

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2017). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap Toleran di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud RI.

Ridwan. (2009). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta Saerozi, M. (2004). Politik Pendidikan Agama dalam Era Prulalisme. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Setiawan, Wahyu. (2018). Toleransi Beragama Menurut KH Abdurrahman Wahid dan Kontribusinya dalam Pendidikan Agama Islam. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Lampung: UIN Raden Intan Lampung.

Siagian, SH., (1993). Agama-Agama di Indonesia. Semarang: Satya Wacana.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D, Bandung: CV. Alfa Beta

__________, (2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV. Alfa Beta

Syam, Nur. (2005). Islam Pesisir.Yogyakarta: LKiS

Taher, Tarmizi. (1998). Kerukunan Hidup Umat Beragama dan Studi Agama-Agama. Makalah: LPKUB IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tim Penulis FKUB. (2009). Kapita Selekta Kerukunan Umat Beragama. Semarang: FKUB.

Tim Penyusun. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2024-10-30

How to Cite

Akhwanudin, A. (2024). MASA DEPAN TOLERANSI: “A Common Word” di Kalangan Pelajar Sekolah Menengah di Kota Pekalongan. Wahana Islamika Jurnal Studi Keislaman, 10(2), 215-235. https://doi.org/10.61136/gyk3mj63